Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari 2011

SEBUTIR DEBU DI DALAM KELOPAK MATA

                 Sewaktu fajar mulai hadir mengganti sang ratu malam yang mulai berangsur turun. Kokokkan ayam bergema di sudut telinga. Aku terbangun. Bergegas untuk menghadapNYA. Suara dentingan panci idari sudut ruangan bergema di telingaku, wow.. ternyata ibu sudah memasak di pagi ini. Setelah selesai ibu memasak, dia menghidangkan di meja makan, serentak harum aroma masakan membawaku terbang ke kursi meja makan. Selamat makan nak, "maaf ibu hanya bisa memasakkan ini untukmu, semenjak ayahmu pergi ibu tak lagi punya penghasilan tetap dari hasil berkebun."                  Aku hanya tersenyum sambil menyendok sup kacang buatan ibu, ibu melihat keluar jendela dan berkata "cerah ya hari ini, semangat ya nak mencangkul sawahnya". Setelah selesai makan, bergegas ke pojok ruangan untuk mengambil pacul dan segera bergegas ke sawah. Retakan tanah dan silir angin bercampur debu berhembus di sekeliling ...

AIRMATA MENEMANI SENJA

Aku selalu ingin berjumpa dengan senja. Karena di senjaku pasti sesuatu akan bergemuruh dari dalam jiwaku. Airmata... Dialah tokoh utama dalam tulisan ini. Dia memenggal kesunyian dan dia memupuk indahnya senyuman. Dia banyak menemaniku dalam sebuah arti pemaknaan hidup. Dia membuatku tersenyum. Dia juga membuatku menjadi lebih bijaksana. Senja... Mengusung kepergian sang mentari dia terjaga akan keyakinannya. Airmata dan Senja... Penggalan kesunyian, kerinduan, dan senyuman dalam bingkai kepergian sang mentari. Saat itu yang selalu kutunggu selain berjumpa denganmu, kekasih. -AdityaPutu-

--- FIKSIMINI ---

-SAWAH- REVOLUSI ~ Kemarin dia tidak pulang. Sehari setelahnya dia memasuki supermarket dengan membawa pacul di pundaknya. PEMBAJAK SAWAH ~ Ribuan desa mati kelaparan. Sebelum pagi Tuhan memerintah seribu malaikat untuk memanennya. RADIASI NUKLIR ~ Genap dua tahun aku berburu babi. Sawah tumbuh subur. SURAT KALENG ~ Dia bosan namanya selalu disebut sebagai pembuat Crop Circle. Seluruh sawah di bumi lenyap. BERAS MERAH ~ Sawah tersebut ternyata disiram darah. Pantas sering sekali bayi hilang ketika berumur 2 bulan. -PRAKTIS- TIDAK BAYAR PAJAK • Setelah ia pergi seisi kota berantakan. Sehari sebelumnya ia mengikat kota dengan 1 tali. AIR ISI ULANG • Desa itu sudah kehilangan banyak nyawa. Seorang saudagar kaya tertawa terbahak. KACA MATA • 15 tahun aku menyimpan buku itu. Tulisannya tak tampak. Sekarang aku tau siapa yang membunuh ayah. TANGAN KOSONG • Lelaki itu juaranya. Semua musuh bersenjata dikalahkannya. Sekarang dia jatuh miskin. WANITA CANTIK • "Hai" ucap s...

Hampir 1 jam kami di KUA. Ibu belum juga datang. Pernikahan batal.

            Terik matahari pagi, akhirnya terlihat dari balik bilik bambu teras rumahku, setelah hampir sejam aku di depan meja rias. Bising riuh suara orang diruang tamu rumahku menunggu waktuku pergi ke KUA, "wow sebentar lagi akhirnya aku hidup bersamanya." Setelah sang penata rias (ibuku) merapikan rambutku dia berkata "sudah rapi.. ayo gantian ibu mau berdandan, nanti kamu jalan duluan ya beserta yang lain ibu menyusul dengan pak sarman (supir pribadi keluargaku)" aku pun keluar kamar, lalu aku melihat saudara-saudaraku serta ayah dan adikku yang telah rapi siap mengantarku pergi ke KUA. "Ayo kita berangkat, biar nanti ibu menyusul dengan pak sarman." Aku mengangguk dan langsung bergegas masuk kedalam mobil.          Di perjalanan pandanganku tak lepas dari luar jendela, menatap riuh kendaraan yang sudah ramai, padahal masih pagi dan ini hari diakhir pekan. Akhirnya kami sampai di KUA. Penghulu serta calon istriku...