Aku selalu ingin berjumpa dengan senja.
Karena di senjaku pasti sesuatu akan bergemuruh dari dalam jiwaku.
Airmata...
Dialah tokoh utama dalam tulisan ini.
Dia memenggal kesunyian dan dia memupuk indahnya senyuman.
Dia banyak menemaniku dalam sebuah arti pemaknaan hidup.
Dia membuatku tersenyum.
Dia juga membuatku menjadi lebih bijaksana.
Senja...
Mengusung kepergian sang mentari dia terjaga akan keyakinannya.
Airmata dan Senja...
Penggalan kesunyian, kerinduan, dan senyuman dalam bingkai kepergian sang mentari.
Saat itu yang selalu kutunggu selain berjumpa denganmu, kekasih.
Saat itu yang selalu kutunggu selain berjumpa denganmu, kekasih.
-AdityaPutu-
Komentar
Posting Komentar